Jumat, 02 Mei 2014

me



Awal bertemu hingga sekarang ya begini lah aku..
Aku tak bisa jauh dari para temanku, baik pria atau wanita..
Ya. Aku, Gadis Kusuma Permatasari yang tak pernah ingin kesepian. Maka dari itu aku punya buanyak teman.
Kebiasaan hidup dengan dua kakak pria yang mungkin menjadi salah satu faktor aku begitu percaya dan merasa dekat dan nyaman dengan teman2 priaku, yaa bisa dibilang ketika sd dan smp aku begitu tomboy..(di rumah ketemunya 2 jagoan sih).

 Faktor lain karena aku merindukan sosok pria yang mengayomi, memperhatikan, menyayangi, menjaga..yaa. bisa dikatakan aku terlambat mengenal sosok ayah dalam hidupku..bukan berarti aku menyesali, malah aku syukuri karena banyak hal positif yang ku dapat sekarang terlebih dalam diriku sendiri.
Walau aku punya banyak teman pria, aku tak merasa menjadi wanita yang dianggap sebelah mata dengan orang-orang sekitar.. karena aku juga memiliki buanyak teman wanita..
aku suka membangun persaudaraan dengan semua orang.
Kecuali orang yang pernah bersikap kurang baik kepadaku, (jahatnya) aku tak mau dekat2 lagi dengan orang itu.. tapi jujur saja, aku tak pernah sengaja melupakan siapa pun yang pernah singgah di hidupku.
Semua teman2ku yang saat ini masih dekat denganku, kedekatan itu terjadi karena aku percaya pada mereka ‘mereka orang baik n kan menjadikanku orang lebih baik’ dan aku merasakan mereka mau berteman denganku karena mereka juga percaya kepadaku ‘aku mampu menjadi teman mereka’
Yang menjadi pokok adalah ‘aku tak mau kesepian’
Aku rasa semua orang normal tak mau kesepian.
22 tahun hampir 23 tahun aku hidup dalam aturanku sendiri. Didukung dengan watak ‘anak ragil’ yang mau menangnya sendiri.hehe
Aku melangkah dengan keputusanku pastinya dengan minta pertimbangan kedua kakakku (pasti).
Kenapa tidak dengan ayahku? Yaa...terkadang dengannya, seringnya tidak. Karena aku rasa aku tak cocok ngobrol dengannya. Watak kami sama2 keras tapi anahnya klo aku dikerasi (nada bicaranya) lanhsung menangis..cengeng sekali aku ini.
Dengan menulis, membaca, mendengarkan musik, menyendiri di kamar atau melakukan hal2 yang ku suka seperti pergi2 sendirian yang penting bisa ngilangin penat adalah obat untukku, obat dari penyakit gila ini..
Hidup kalau hanya dipikir akan membuat gila, jeleknya aku ada apa2 sedikit dipiikiiiiirrrr banget. Huhh...
Selama ini, curhat dengan Allah (insyaAllah selalu) n melakukan hal2 yang ku suka itu adalah cara ampuh melawan kegalauan.
Alhamdulillah aku punya Allah Yang Maha Besar. Walau jujur saja aku terlahir di lingkungan keluarga yang kurang agamis n ini masih menjadi PR BESAR dalam hidupku untuk selalu belajar agama, berusaha menjadi hamba Allah yang taat n mengharap ridhonya untuk menjadikan keluarga ini dekat dengan Allah,
Aku sayang sekali dengan mama, mama, mama, papa.
Aku tahu beliau2 orang baik, lebih baik dariku dan akan jauh lebih baik lagi bila kini mereka bersamaku belajar n memperbaiki diri untuk menjadi orang2 yang taat dan dekat dengan Allah.
Selalu dalam doaku, keselamatan kedua orang tuaku, saudara2ku, teman2ku..
Orang2 yang begitu banyak, dan aku tak pernah merasa puas tuk menjalin persaudaraan lagi n lagi..
Itu tadi ‘aku tak ingin kesepian’
Ketika aku merasa membutuhkan kasih sayang aku bisa hubungi mereka begitu sebaliknya..
Ceritaku indah sekali..
Siapa pun tak kan mampu menjadi aku, aku pun tak kan mampu menjadi orang lain.
Aku bersyukur memiliki-Mu, memiliki mereka, memiliki ceritaku dulu yang pasti tak bisa di ubah..
Yang jelas aku miliki adalah ‘sekarang’
Ya, aku bisa berbuat ‘sekarang’ tidak untuk masa lalu, n masa depanku.
Perbuatanku sekarang itulah yang menjadi masa depanku.

2 komentar:

  1. hee, sedikit banyak mirip sma aku critanya. .

    BalasHapus
  2. oya mas..hehe jadi malu..mari selalu belajar memperbaiki diri dan melakukan yang baik demi masa depan yang lebih baik (akhirat).aamiin

    BalasHapus