Rabu, 16 September 2015

Aliranku tertuju padaNya

Lillahi ta'ala.
Aku berserah hanya kepada-Mu
aku berlindung hanya kepada-Mu
SkenarioMu teramat indah, jadikan aku hamba yang pandai bersyukur ya rob..
banyak dosa yang kami perbuat, dan Engkaulah yang memberikan raportnya, ya hanya Kau lah yang memberi nilai bagi kami yang berlumur dosa, bahkan saking tak tahu diri, kami masih berharap mendapat nilai dengan banyak dosa dan maksiat yang terjadi.
banyak pelajaran yang harusnya bisa ku ambil dari semua peristiwa yang telah terjadi, masa lalu adalah ingatan ku, masa depan adalah harapan ku sedangkan saat ini adalah realita yang aku usahakan, sudah teramat banyak nikmat yang ku terima yang begitu lama (hampir 25 tahun) dan jika ku ingat slalu pertanyaan "apa yang sudah ku beri?" yang membayangi.
apa yang sudah ku beri pada ayahku?yang ku ingat aku selalu mengeluh dan meminta.
apa yang sudah ku beri pada ibuku?yang ku ingat aku selalu mengeluh, meronta, meminta, merepotkan.
apa yang sudah ku beri pada kakak2ku?yang ku ingat aku selalu mengeluh dan meminta bahkan merepotkan.
apa yang sudah ku beri pada adik2ku?yang ku ingat aku selalu mengeluh dan memaksa.
itu baru keluarga kecil.
bagaimana dengan saudara, teman, saudara, tetangga, orang lain, agama dan negara.
kaya gitu kok masih minta dianggap dewasa, dianggap berpendidikan. huhh...dis dis..
dan kaya gitu kok dah pengen dilamar..hehehehe
Allah maha mengetahui, apa yang terjadi besok tak ada yang tahu.
Allah maha memberi dan penyayang maka Ia tak kan membiarkan umatnya kekurangan dan bersedih.
Allah maha esa maka dari itu aku hanya berserah padaMu..
aku percaya Engkau memberi yang terbaik untukku, siapapun, apapun, bagaimanapun, kapanpun. apa yang terjadi pasti ada maksudnya.
"bahagia itu bergantung pada caramu berpikir dan merasa"
mari refleksi diri, apakah kita juga masih sering meminta daripada memberi? padahal hakikat hidup harusnya memberi bukan meminta.
semoga bermanfaat.

Bumi Daranante Teramat Menerima

Borneo punya makna istimewa dalam hidupku, walau hanya 1 tahun dari 24 tahun (hampir 25 tahun, hehehe) dari usiaku. Bumi Daranante teramat menerima keberadaanku, bahkan hingga 1 bulan ku berada di tanah Jawa begitu jelas dalam ingatan bagaimana manusia dan alamnya memperlakukanku. ketika ku pejamkan mata sejenak dan ku sebut borneo serasa aku melihat kembali tugu khatulistiwa, smk n 1 mukok, rumah pak sadiran, kapuas, bubur pedas, sampan, sawit, karet, birunya langit, dekatnya bulan dan bintang dan masiiihhhh banyak lagi. jujur aku pun ingat benar jalannya yg rusak, debu yang pekat. alhamdulillah aku menikmati setiap peristiwaku di sana. terima kasih borneo, kau mengajarkanku banyak hal. arti kebebasan yang mengharuskanku dewasa (memutuskan hal2 sendiri, apa2 sendiri). bohong sekali jika ku bilang apa2 sendiri. aku punya banyak saudara guys..